Ruhut Kembali Minta Anas Mundur

JAKARTA - Surat teguran yang dikeluarkan Pimpinan Fraksi Partai Demokrat di DPR tidak membuat Ruhut Sitompul berhenti menyuarakan agar Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Terlebih setelah Anas diperiksa untuk yang kedua kalinya oleh KPK kemarin.

Hari ini anggota Komisi III itu kembali mendesak Anas untuk mundur sementara dari jabatannya. "Kemarin, untuk yang kedua kalinya Anas diperiksa KPK dalam kaitan kasus dugaan korupsi. Hari ini kalian tanya lagi sikap aku. Intinya sama, Anas Urbaningrum saya minta legowo untuk sementara mundur dari jabatannya," jawab Ruhut Sitompul, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Ruhut, keikhlasan Anas untuk mundur sementara sebagai ketua umum partai, sangat diharapkan demi menjaga citra Partai Demokrat. Menurutya, partai binaan Susilo Bambang Yudhyono itu terus terpuruk karena dikaitkan dengan kasus Wisma Atlit Palembang dan Hambalang. "Karena itu, kuminta dia legowo mundur sementara. Ini sanksi sosial, sanksi sosial itu akan dibawa sampai mati," tegas Ruhut Sitompul.

Mantan politisi Golkar itu mengatakan ia memahami berbagai alasan yang diutarakan Anas di media massa untuk tidak mundur. Namun kata dia, dirinya tidak bisa menerimanya karena telah berakibat negatif terhadap pencitraan Demokrat.

"Terlebih adanya perbedaan penjelasan Ignatius Mulyono dengan Anas soal dokumentasi tanah Hambalang. Ignatius bilang Anas menerima SK Hambalang dan Ignatius tidak akan mengurus dokumen lahan Hambalang tanpa diperintah oleh Anas selaku Ketua Fraksi Demokrat saat itu," ungkapnya.

Karena itu, sikap kukuh yang ditunjukkan Anas tidak mau mundur menimbulkan kecurigaan baginya. Ruhut menduga ada yang tidak beres dengan keterangan Anas.

"Anas katakan tidak terlibat, tapi keterangan Mayor Jenderal Ignatius Mulyono menyatakan itu ada. Saya mohon KPK yang sangat dicintai rakyat silakan bekerja secara profesional, kami tidak akan melindungi kader kami yang bermasalah hukum, dan Pak SBY juga sudah mendesak agar kader yang bermasalah hukum untuk mundur," tegas Ruhut. (fas/jpnn)

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply