Menkes Kembali Bantah Bagi-Bagi Kondom Kepada Remaja.

Menkes Nafsiag Mboi (JPI/Andri Nurdriansyah)
Senayan - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi kembali menegaskan, pihaknya tidak memiliki program membagi-bagikan kondom secara gratis kepada remaja. Kementerian Kesehatan hanya membagikan kondom kepada mereka yang berisiko terkena HIV/AIDS.

"Saya kembali tegaskan kami tidak akan membagi-bagikan kondom kepada remaja. Kami hanya memberikan kepada mereka yang seks berisiko tinggi," kata Nafsiah di hadapan Komisi IX DPR, Senin (25/6).

Nafsiah mencontohkan, Kemenkes memberikan kondom kepada pria-pria yang kerap bersinggungan dengan prostitusi. "Dengan demikian mereka mudah mengakses kondom dan menggunakannya. Mereka akan dapat melindungi istri dan bayinya dari terpapar HIV/AIDS," kata Nafsiah.

Khusus untuk remaja, kata Nafsiah, Kemenkes melakukan pencegahan di hulu, tidak dengan membagi-bagikan kondom. "Karena itu kami mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga pendidik untuk terus meningkatkan iman dan mental remaja," kata Nafsiah.

Kemenkes, kata Nafsiah, melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara total football. "Kami melakukannya secara intensif, komprehensif, dan terkoordinasi," ujarnya.

Menkes juga mengatakan, prevalensi HIV/AIDS tertinggi di Indonesia adalah di Papua dan Papua Barat. Makin sedikit penduduk maka prevalensinya semakin tinggi. "Penularan tertinggi karena hubungan seks berisiko tinggi. Mudah-mudahan narkoba tidak masuk ke Papua. Tapi sekarang obat kuat dan obat perangsang seks sudah masuk ke Papua," kata Nafsiah.

Agenda rapat dengan Menkes ada empat yaitu membahas penanganan kematian ibu dan bayi, penanggulangan HIV/AIDS, pengembangan vaksin flu burung, dan RPP Tembakau.

"Sengaja saya memberikan paparan lebih panjang tentang HIV/AIDS karena soal ini mengundang kontroversi. Saya baru menjabat 11 hari sudah mengundang kontroversi," kata Nafsiah.end ( Jurnal Parlemen ).

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply