Proyek RS Unram Yang terkait Kasus Nazaruddin Akan Dilanjutkan .

Mendikbud:

Mataram, 19 Juni 2012. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, menegaskan  proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Universitas Mataram (Unram) di NTB harus tetap dilanjutkan . Keberadaannya sangat diperlukan, walupun ada masalah dalam proyek pembangunannya. Hal itu  kata Mendikbud merupakan kasus yang berbeda. “Rumah sakit pendidikan adalah bagian dari Fakultas kedokteran, kalau ada masalah ya diselesaikan. Jadi bukan berarti jika ada masalah pembangunannya tidak dilanjutkan, tidak seperti itu. Harus tetap dianggarkan. Kalau ada penyimpangan ya kasus korupsi penyimpangannya yang diselesaikan” tekannya  pada wartawan usai pembukaan festival dan Lomba seni Siswa Nasional (FLS2N) di mataram, NTB, Senin (18/6).
Dia mengatkan jika pembangunan RS pendidikan tidak dilanjutkan, maka mahasisa di fakultas kedokteran akan kesulitan tempat praktek. Walaupun selama dua tahun berturut-turut proyek pembangunannya tersendat lantaran tersangkut kasus dugaan kasus korupsi yang menyeret bekas Bendahara Partai demokrat, Nazaruddin, dimana proyek pembangunan RS pendidikan di universitas Mataram itu dikerjalan oleh PT. Duta Graha Indah (DGI) yang tengah bermasalah terkait kasus suap.

Pembangunan RS pendidikan di Mataram  NTB itu dilakukan dengan dana APBN 2009/2010 yang mencapai Rp 113 milyar, akan tetapi dukungan dana APBN terhenti di tahun anggaran 2011/2012 lantaran terganjal kasus Nazaruddin. Apalagi 27 maret 2012 penyidik Komisi pemberantasan
korupsi (KPK) sempat memeriksa rector Unram, prof sunarpi, untuk mengklarisikasi keterlibatan Nazaruddin  dan sejumlah actor korupsi lainnya dalam pembangunan RS pendidikan unram, termasuk mencari tahu adanya dugaan intervensi dan tekanan pihak tertentu dalam proses
pemenangan tender PT. DGI.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unram yang juga hadir dalam pembukaan FLS2N itu mengatakan pada  wartawan bahwa pihaknya akan mengupayakan kelanjutkan pembangunan RS pendidikan Unram. Dia berharap ada dukungan dana APBN tahun anggaran 2012, sebesar Rp 72 milyar untuk finisingnya. “karena kebutuhan untuk merampungkan RS Pendiidkan itu sebesar  Rp 350 milyar, termasuk dengan peralatannya, dan ditargetkan rampung akhir 2013 mendatang kalau lancar” kata Sunarpi.
Terkait pemeriksaan KPK terhadap dirinya, sama sekali tidak menganggu usaha pihak unram dalam proses penyelesaian RS pendidikan tersebut. Apalagi dirinya telah memenuhi semua permintaan pihak KPK, memberikan penjelasan mengenai apa yang diketahuinya terkait pembangunan RS Pendidikan, termasuk memberikan dokumen kontrak dengan PT DGI.
Dikatakannya juga saat dia menjabat secara resmi sebagai rektor Unram terhitung 9 November 2009, praktis pelaksanaan anggaran 2009 tidak hanya rumah sakit, tapi semua hal yang terkait dengan unram menjadi tangungjawab Rektor sebelumnya.  ( Inanalif infosketsa )

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply