Marzuki Bantah Terima Suap Rp 300 Miliar


Marzuki Alie
Senayan  14/6.- Ketua DPR Marzuki Alie membantah menerima jatah Rp 300 miliar terkait suap Badan Anggaran (Banggar) untuk program Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPID) yang disebutkan oleh tersangka kasus korupsi dana DPID, Wa Ode Nurhayati.

"Uang Rp 300 miliar itu kan banyak. Pertama, siapa yang memberi, bagaimana cara memberinya. Kemudian bagaimana saya menerimanya, apakah transfer atau uang kontan. Kalau uang kontan, bisa bawa truk untuk menerimanya.
“Kalau transfer, kan ada PPATK. Masa uang segitu besar ditransfer, PPATK diam saja”
Kalau transfer, kan ada PPATK. Masa uang segitu besar ditransfer, PPATK diam saja," ujar Marzuki di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Rabu (13/6).

Tudingan itu, dia menambahkan, sangat tidak masuk akal karena jumlahnya sangat fantastis. Marzuki juga menegaskan, bukan tugas Ketua DPR mengurusi masalah pembahasan anggaran. Secara administratif, urusan anggaran di bawah koordinasi Wakil Ketua DPR Anis Matta.

"Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah diputuskan. Pimpinan tidak punya kewenangan apa-apa dalam konteks alat kelengkapan dewan," kata Marzuki.

Soal kalau diminta menjadi saksi yang meringankan bagi Wa Ode Nurhayati, Marzuki mengaku tidak mengerti. “Jadi apa yang mau saja jelaskan. Tidak relevanlah,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini ( jurnal Parlemen ).end

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply