Direksi LPP RRI terkesan berhati-hati mengangkat Kepala Bagian Tata Usaha KBTU RRI Jayapura agar tidak ditolak lagi seperti kasus 7 Oktober 2011.
Sampai saat ini Mei 2012 jabatan KBTU RRI Jayapura belum diisi walaupun sudah kosong hampir 2 tahun sejak 2010.
Pada tahun 2010 KBTU lama Lukman Lkman Posuma dipromosikan sebagai Kepsta RRI Tual , sehingga sejak saat itu jabatan KBTU Kosong . Kemudian pada tahun 2011 Direksi mengangkat Jonas salah seorang Pejabat eselon IV/a RRI Fak-Fak sebagai KBTU RRI Jayapura yang lowong itu . Tetapi menjelang pelantikan Kepsta baru tanggal 7 Oktober 2011 , sejumlah Karyawan dan Pejabat Struktural RRI Jayapura menolak KBTU yang baru .
Mereka memasang spanduk penolakan dan mengancam apabila Kepsta baru tetap melantik KBTU baru maka Kepsta baru Mulyardi juga akan ditolak di Jayapura . Mereka juga menyampaikan aspirasi itu langsung kepada Direktur SDM dan Umum Dadi Sumihardi yang sedang berada di RRI Jayapura . Kesimpulannya pelantikan KBTU baru di pending oleh Direksi . " karyawan tidak menginginkan pelantikan dipending , tetapi dibatalkan dan diganti dari internal RRI Jayapura " kata salah seorang pejabat eselon III/b .
Kasus ini akhirnya menyebabkan jabatan KBTU RRI Jayapura dibiarkan lowong sampai sekarang walaupun sudah kosong sejak tahun 2010 lalu . Kepala RRI Jayapura yang dihubungi IS melalui no HP no 08161194070 menanyakan mengapa jabatan KBTU masih kosong , belum memberi jawaban . Apakah no HP sudah diganti atau tidak ?. Demikian juga Ketua Dewas Zulhaqqi Hafiz yang ditanya IS melalui pesan singkat ke telepon selulernya tentang sikap Dewas tentang adanya jabatan penting KBTU RRI Jayapura yang dibiarkan kosong oleh Direksi , belum memberi jawaban .
Saat ini jabatan KBTU diisi
oleh Pelaksana tugas KBTU yaitu Ibu Ani Rerung untuk mengisi kekosongan
sementara . Kosongnya jabatan struktural eselon III/b apalagi untuk
posisi KBTU selama 2 tahun dihawatirkan akan mempengaruhi kinerja RRI
Jayapura sendiri . Oleh karena itu seorang tokoh senior RRI minta Dewas melakukan evaluasi yang sungguh-sungguh terhadap Kinerja Direksi menyangkut kosongnya jabatan struktural itu . ( Infosketsa.com )