Berita Radio Australia : " Peliputan Soal Bencana di TV Indonesia Dianggap Berlebihan.

Berkaitan dengan pemberitaan di televisi mengenai kecelakaan Sukhoi Superjet yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagian pihak menyesalkan bahwa laporan ini berlebihan. Alasannya? berita tersebut mengeksploitasi kesedihan warga, pemutaran gambar-gambar yang tidak patut ditayangkan, bahkan keakuratan faktanya pun dipertanyakana


"Yang saya tidak mengerti mengapa berita yang seharusnya hanya menampilkan fakta dan data, bisa direkayasa. Misalnya dengan penambahan musik dan lebih menjual penderitaan orang," ujar Dede kepada Radio Australia.

Sementara Suryopratomo, Direktur Pemberitaan Metro TV mengatakan peliputan TV memang memiliki dampak langsung, sehingga seakan-akan dirasakan adanya eksploitasi.

"Televisi sebenarnya sudah memiliki standar mana yang boleh dan yang tidak boleh. Metro TV misalnya sudah memiliki aturan baku sejak tahun 2009 untuk mengungkapkan fakta dan peristiwa untuk memberikan gambaran yang lengkap pada apa yang sebenarnya terjadi," sanggah Tomo.

Tomo pun menegaskan bahwa apapun beritanya, baik bencana atau bukan tidak terlalu berpengaruh pada rating dan share terhadap Metro TV.

Namun, Dr. Dede Mulkan yang juga penulis buku "Cerdas Nonton Televisi" mengatakan cara penggambaran kejadian bisa dilakukan dengan banyak cara, tidak harus selalu dengan terus menerus menggulang gambar kecelakaan atau bencana, karena dikhawatirkan hal tersebut justru akan membuat trauma dan keresahan warga.

Dengarkan wawancara bersama keduanya dalam audio yang telah disediakan. ( Dari Radio Australia-dikutip dari Dinding Dr.Dede Mulkan- FB )

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply