Harumnya Nama RRI Perbatasan . Tapi Kesejahteraannya ?.

Yang paling laku " dijual " oleh para petinggi RRI sekarang adalah keberadaan RRI di pulau terluar dan  perbatasan , baik Stasiun Baru maupun  Studio altProduksi . Tetapi kondisi RRI di perbatasan belum sebanding dengan citra yang mendongkrak nama para petinggi RRI . " Memprihatinkan ".

Di banyak kesempatan Dirut LPP RRI R.Niken Widiastuti dengan bangga memamerkan  RRI sudah merambah wilayah itu sebagai sabuk pengaman informasi .Keberadaan RRI di beranda negara itu tidak saja dipromosikan kepada Komisi I DPR RI , tetapi juga kepada unsur Pemerintah bahkan kalangan penyiaran Asia-Pasifik sebagai suatu kebanggan tersendiri .

Salah satu berita yang dimuat Tempo.com bahwa LPP RRI terus menjangkau pulau-pulau terluar salah satu bentuk menjaga keamanan informasi . " Pertahanan negara dibidang Informasi tidak kalah pentingnya dengan darat atau laut " kata Dirut RRI Niken Widiastuti di acara Konferensi Radio Asia 2012 di Jakarta senin 7 Mei 2012 . Tempo.com menulis selain untuk pertahanan negara , RRI juga menjangkau daerah tersebut sebagai captive market mereka . Dengan demikian lanjut media on line itu RRI tidak khawatir akan kehilangan pendengar di tengah persaingan dengan media lain .

Begitu pentingnya RRI di pulau terluar dan perbatasan sehingga selalu menjadi bahan yang tidak habis-habisnya untuk " dijual " kepada pihak-pihak yang memikii kekuasaan baik legeslatif maupun eksekutif dan kalangan internasional untuk memperkuat citra RRI . Tetapi begitu besarkah perhatian dan kebijakan manajemen LPP RRI terhadap  stasiun baru RRI dan studio Produksi RRI di pulau terluar dan daerah perbatasan ?.

Sampai hari ini para karyawan RRI di perbatasan tidak mendapat insentif sebagai penghargaan atas pengabdian mereka di daerah terluar dan perbatasan. Contoh kongkrit gaji para PBPNS di Entikong ,Atambua , Nunukan , Malinau dan lain-lain tidak ada beda dengan PBPNS yang bekerja di kota-kota di Pulau Jawa . Demikian pula dengan fasilitas yang tersedia , sangat memprihatinkan . Sebuah sepeda motor untuk sebuah studio produksi yang namanya mencuat " dijual " untuk nilai tawar menggolkan anggaran . Apakah RRI tidak memiliki uang yang cukup untuk menangani RRI perbatasan ?. Jawabannya RRI memiliki banyak uang . Buktinya di Jakarta para petinggi RRI disediakan mobil mewah seperti Purtuner dan Pajero sport yang harganya rata-rata Rp 400 juta . Anggaran untuk perjalanan Dinas bagi para petinggi untuk menyaksikan gelar budaya , green radio dan acara-acara seremonial lainnya tersedia . Hal itu memunculkan pertanyaan mengapa RRI di Perbatasan yang justru membawa nama baik para petinggi justru dinomor duakan ?.

Kasus RRI Batam , RRI Singkil Aceh , RRI Boven Digoel ,RRI Nunukan dan RRI Malinau beberapa waktu lalu bisa menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut . Yang paling baru adalah kasus rusaknya STL RRI Batam yang menganggu siaran ,  STL yang harganya relatif murah lama sekali proses penggantian  dengan STL baru , padahal ada 4 petinggi RRI berkunjung ke Batam setelah rusaknya STL itu  . Yang dipakai justru  STL bekas , pinjaman dari RRI Pekanbaru .

Apapun alasannya STL bekas tidak akan sebaik STL baru sehingga muncul keluhan dari dalam sendiri . Salah seorang pejabat struktural mengkritisi sendiri  suara Pro 1 RRI Batam yang tidak jernih . Auto kritik dari seorang pejabat struktural RRI Batam memperlihatkan ada masalah internal disana. Tetapi mungkin Jakarta kurang memantau sampai sejauh itu . IS mendapat kiriman pesan singkat tentang persoalan yang terjadi di RRI Batam , bukan dari Staf tetapi dari Pejabat struktural .

RRI Aceh Singkil , menyisakan kisah karyawannya yang 3 sampai 4 bulan tidak menerima gaji  . Walaupun gaji mereka sekarang sudah dibayar tetapi sangat terlambat . Keluhan karyawan RRI Singkil tidak menyebabkan para petinggi tersentuh . Gaji karyawan RRI Singkil waktu itu masih menjadi tanggung jawab Kantor Pusat sebab RRI Singkil tahun 2011 belum menerima DIPA . Yang menyedihkan talangan gaji karyawan kontrak itu diperoleh dari pihak ketiga .

RRI Boven Digoel juga pernah mengalami keterlambatan pembayaran gaji karyawannya  selama beberapa bulan , padahal keberadaan RRI disana sebagai promosi besar buat RRI . Keterlambatan gaji itu justru terjadi pada saat Direksi periode 2010-2015 . Dir Keuangan Anhar Ahmad menjawab IS , masalah gaji karyawan RRI Boven Digoel sedang diatasi , tetapi dua bulan setelah ucapan itu baru gaji terbayar .

Karyawan RRI Nunukan justru mengeluh setelah SP RRI itu dinaikkan statusnya menjadi Stasiun Penyiaran yang baru . Karyawan berharap kesejahteraan mereka akan lebih besar sebab statusnya sudah naik . Yang dikeluhkan honor berita disana hanya Rp 1250 per item. Ini dibenarkan karyawan lainnya  .

Keluhan juga muncul dari kalangan karyawan RRI di perbatasan , sebab diduga terjadi praktek mengumpulkan dana seving untuk kepentingan diluar kegiatan operasional pada salah satu RRI perbatasan .  Besarannya juga tidak tanggung-tanggung 30 % dari Honorarium acara siaran dan pemberitaan .Jika honorarium dipotong 30 % , maka yang mereka terima hanya 65 % sebab masih ada potongan PPH 15 % .

Belum lagi RRI Sendawar yang pernah menghadapi persoalan dengan Bupati Kubar karena tersinggung dengan iklan layanan masyarakat . RRI Sendawar yang dibanggakan harus meminjam tempat di TVRI agar bisa tetap siaran di Sendawar , jika tidak maka RRI yang masih SP ini harus pindah ke lokasi baru sekitar 20 Km dari Sendawar , padahal disana kesulitan listrik . Kasus RRI Sendawar ini segera diselesaikan oleh Kepsta RRI Samarinda menggunakan anggaran sendiri . Sementara Kantor Pusat seperti terkesan membiarkan RRI Samarinda menguras anggarannya untuk menyelesaikan kasus RRI Sendawar . Tetapi apa yang dilakukan Kepsta RRI Samarinda itu tidak mendapat reward .

Kondisi ini banyak dialami Kepsta lain . Direksi kurang melirik Kinerja dan komitmen dari para Kepsta senior . Mereka jalan ditempat , sementara Kepsta yang dekat dengan Petinggi justru mendapat keistimewaan , kata salah seorang Kepsta . " Itu tidak adil mas " Kata salah seorang Kepsta Senior kepada IS . Jika hal - hal seperti itu tidak diubah oleh Petinggi RRI , maka kinerja RRI di daerah cendrung akan menurun .

Itu baru berupa kasus-kasus yang diinformasikan karyawan RRI bersangkutan kepada infosketsa.com . Bagaimana fasilitas transportasi , pemancar, studio dan lain-lain . Fasilitas transfortasi pada umumnya masih berupa sepeda motor untuk berbagai kegiatan liputan , cari iklan , koordinasi dan lain-lain. Satu sepeda motor untuk satu RRI di perbatasan .

Karyawan mulai kritis terhadap kebijakan Direksi terhadap RRI di perbatasan . Kalau selama ini RRI di perbatasan telah memperkuat daya tawar petinggi RRI terhadap pihak terkait seperti Komisi I DPR RI , dan Pemerintah . Pengaruhnya keberadaan RRI Perbatasan  sangat besar , terlihat dari anggaran RRI yang terus meningkat , bahkan dipercaya sebagai Bagian Anggaran ( BA ) sendiri . Tetapi apa komitmen petinggi RRI terhadap RRI di perbatasan , termasuk kepada karyawan , fasilitas dan kesejahteraan mereka . " Masih jauh dari harapan " kata karyawan RRI Nunukan . ( Sorotan Infosketsa.com- Bochri Rachman ) .


Komentar (6)

Feed
...
wah, mantap tulisannya pak bochri....!!
yang menjadi pertanyaan,di Jakarta para petinggi RRI disediakan mobil mewah seperti Purtuner dan Pajero sport yang harganya rata-rata Rp 400 juta . Anggaran untuk perjalanan Dinas bagi para petinggi untuk menyaksikan gelar budaya ,dll.
apa perlu mobil mewah untuk para petinggi...??
kalau para petinggi Pusat pada dapat mobil mewah, yg kalangan akar rumput dapat apaan........??
kinerja di tuntut, merangkap bidang kerja, tapi honor kecil apakah tidak memberikan tanda tanya. berarti hasil karya kalangan akar rumput tidak di hargai dong, karena tidak diberikan upah yang layak.........!! Apakah BAPAK IBU yg terhormat di pusat mau mengerjakan sesuatu hanya karena kinerja.....?? pasti alasan Bapak Ibu Kalau hanya karena kinerja, lalu anak-anak saya makan apa? itulah yang dialami para pegawai pejuang RRI kita, walau tercekik, tetapi berjuang dengan corong RRI...
UNTUK PARA PETINGGI,
Jangan disamakan lah, honor para Pegawai antara RRI Pusat ,Perbatasan,dan Daerah. UMR aja berbeda setiap wilayah, tentunya DIPA HONOR tuk para PBPNS, jangan di bagi rata dong. tentunya harus di pilah", biar kesejahteraannya terasa...!!!
Sama 1 lagi Harus ada bonus kinerja, biar Para PBPNS Walau tidak banyak tunjangan kerja, namun dengan adanya bonus tersebut,mereka menjadi memiliki semangat lagi di antara ketidak jelasan Status RRI
Terimakasih, salam Sejahtera........!!!
SPAYKERS , 18 May, 2012
...
urun info pak.. kalau tdk salah, sejak 10 hari lalu rri batam sdh normal mengudara dgn mnggunakan stl baru yg dibeli sendiri oleh kepala tehniknya di toko matahari jakarta.. bahkan siaranx sdh bisa dimonitor dari lokasi gedung politehnik batam tempat studio dan kantor lpp rri berada.. artinya.. siaran sudah kuat dan tidak terganggu lagi oleh siaran relay pro3 yg mngudara dari lokasi gedung politehnik tsb padahal freq kerjanya sangat berhimpitan.. wassalam. arif. di kalsel.
Arif Idrus Mustafa YB8CI , 21 May, 2012
...
Saya sangat setuju kalau PBPNS ini juga mendapat perhatian, apalagi yang ada di Perbatasan hendaknya juga dipikirkan masalah kesejahteraan, atau boleh dikatakan adanya biaya kemahalan, karena yang ada di perbatasan ini sangat jauh dengan yang didaerh.
Untuk itu mohon kepada Para jajaran Dirkesi memperhatikan kesejahteraan bagi para PBPNS yang ada di Perbatasan, jangan sampai mereka mengeluh karena gajinya minim sama dengan di daerah. memang seharus jangan sampai dipukul rata, harus ada perbedaan antara yang ada di perbatsan dengan yang ada di daerah.Bahagiakanlah mereka yang ada di perbatasan khususnya PBPNS, terimakasih salam sekali diudara tetap diudara.
Endang Subagyo Rri. , 21 May, 2012
...
boleh nih tulisannya!
yang paling bermasalah di LPP RRI adalah sejumlah kalangan manajemen atau dengan kata lain sebagian orang-orang yang duduk di jabatan struktural, mulai dari level dewas, direksi, kasatker, terutama pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen. ada jajaran manajemen kurang mampu berbuat cerdas, melemahkan daya mampu jajaran operasional sehingga LPP RRI hanya jadi macan kertas di blantika media se Indonesia, padahal media tertua yang dibiayai menggunakan anggaran negara! dan anehnya tak ada finalti kepada manajemen yang tak mampu membesarkan LPP RRI ! Saat ini di LPP RRI ada 3 macam jenis karyawan yakni PNS memiliki sedikit kelebihan gaji standar pemerintah, tapi kerjaan masih ada yang hanya sekedar isi absen, atau ada sementara pejabat struktural walaupun tidak memiliki kompetensi, yang kedua PBPNS digaji dibawah gaji securiti atau sopir berdasarkan RKAKL APBN 2012, tapi rata-rata berpendidikan sarjana strata satu, bekerja di lingkup operasional yang ketiga yang paling kasian adalah honor daerah , gaji tak dianggarkan dalam DIPA LPP RRI dan konon kabarnya disiasati melalui anggaran operasional yang sudahlah minim dibagi lagi untuk membayarkan gaji karyawan berstatus honor daerah, sementara totalitas jasinonsi yang didapat di LPP RRI hanya diketahui oleh pejabat tertentu saja demikian pula dengan anggaran masing-masing satker hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Sudah saatnya KPK melirik manajemen LPP RRI dari tingkat pusat hingga satker jika terbukti menyelewengkan anggaran negara.
seorang pbpns , 22 May, 2012
...
saya sangat setuju dengan komentar dari seorang PBPNS tgl 22 mei 2012 lalu. memang sangat ironis sementara PBPNS nya Ijazah S1 dengan skil mumpuni sedangkan ada pejabat sekaliber eselon IV ngetik manual aj ga lancar apalagi dgn komputer aneh tapi nyata jadi yang ngangkatnya dulu jd pejabat diukur dari sisi mana ya hemmmmmmmmmm RRI RRi
Bram nurya rri sintang , 25 May, 2012
...
laporkan secara tertulis ke KPK bila memang ditemukan indikasi korupsi di LPP RRI
samad , 29 May, 2012

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply