Sampai Siang Ini 22 Kantung Jenazah Dievakuasi.

Evakuasi korban pesawat Sukhoi SJ 100 yang jatuh di Tebing Gunung Salak Bogor, dilanjutkan minggu 13/5 pada lokasi yang lebih sulit yaitu dasar tebing altdengan kedalaman 500 meter , kata Kepala BASARNAS Marsdya Daryatmo dalam jumpa pers kemaren . Hingga minggu siang sudah dikumpulkan 22 kantong jenazah.

Dalam jumpa pers di Halim 12/5 Daryatmo menjelaskan jumlah jenazah yang sudah di evakuasi sampai sabtu  16 kantong jenazah . Tetapi ada satu kantung jenazah lagi yang di evakuasi melalui jalan darat dan dibawa ke Jakarta dengan ambulan , sehingga menurut catatan TVRI sampai sabtu malam sudah  dievakuasi 17 kantong jenazah . Jenazah tersebut sudah berada di RS POLRI Keramat Jati untuk diidentifikasi dengan uji porensik agar benar-benar akurat . Sementara itu sampai minggu siang sudah ada tambahan jenazah yang dievakuasi sehingga jumlahnya 22 kantung jenazah .

Kegiatan evakuasi juga melibatkan KOPASUS termasuk evakuasi ke dasar jurang atau tebing di Gunung Salak . Tingkat kesulitannya lebih tinggi kata Daryatmo , tetapi harus dilakukan sebab diduga didasar tebing sedalam 500 meter itu terdapat banyak korban . Pengangkatan jenazah di tebing dilakukan dengan menggunakan tali dan jaring atau keranjang ke heli yang tetap terbang diatas tebing .

Selain Kopasus dan satuan TNI , POLRI , PMI dan pihak terkait lainnya , juga dilibatkan unsur masyarakat seperti pencinta alam , komunitas pendaki gunung , bahkan tadi malam sudah berada di POSKO Cijeruk Bogor Tim evakuasi dari Pemerintah RUSIA yang akan membantu kegiatan tersebut .

Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban yang sebagian masih menunggu di RS POLRI Keramat Jati untuk mengetahui hasil identifikasi oleh POLRI, walaupun telah diumumkan bahwa hasil idenrifikasi bisa diketahui satu atau dua minggu mendatang . Ditengah situasi duka itu muncul perbuatan iseng yang mengupload gambar-gambar jenazah korban Sukhoi . Ahli IT yang juga anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo kepada pers mengatakan foto jenazah yang beredar di dunia maya adalah palsu . Pernyataan itu diperkuat dengan bantahan Kepala BASARNAS Marsdya Daryatmo yang membantah jika foto-foto yang beredar di dunia maya adalah foto jenazah korban . ( infosketsa.com ) .

Berikut Kisah yang diberitakan Detik,com tentang kegigihan seorang Pemuda yang ikut mencari dan mengevakuasi jenazah .

Ini Kisah Kehebatan Tim Evakuasi Sukhoi di Gunung Salak

Jakarta Arman patut diacungi jempol. Remaja 17 tahun ini salah satu pahlawan dalam tim evakuasi di Gunung Salak. Dia bersama pasukan TNI dan Tim SAR serta Mapala UI adalah salah satu perintis yang membuka jalur menuju lokasi jatuhnya Sukhoi di tebing Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

"Pas tidur, saya mesti mengikat badan dengan tali ke pohon. Biar nggak jatuh ke jurang," kata Arman sambil menunjukkan ikat pinggangnya yang hampir rusak, saat ditemui di Posko SAR di Pos Embrio, Sabtu (12/4/2012).

Arman yang tinggal di Ciapus, Bogor, ini sudah putus sekolah dari SMA Taman Sari Bogor. Saat ditemui, kaos olahraga sekolah yang dikenakannya sudah kotor. Arman membawa tas punggung kecil yang berisi baju. Sepatu yang dia kenakan pun hanya sepatu biasa, bukan sepatu khusus untuk mendaki gunung.

"Perjalanan ke atas jauh, sekitar 6-7 jam," terang remaja berperawakan kecil ini.

Dia mengaku sudah mengenal kawasan Gunung Salak ini. Niat dia ikut tim evakuasi adalah membantu menemukan para korban dan sebagai pembuka jalan. Arman naik ke lokasi Sukhoi sejak hari pertama. Arman pun sempat melihat puing-puing pesawat yang hancur dan jenazah korban.

"Untuk ke lokasi mesti melewati jurang," imbuhnya.

Arman, pada Sabtu pagi turun lagi ke bawah ke Pos Tim SAR di Pos Embrio. Dia diminta menjadi penunjuk jalan ke lokasi bagi TNI. Begitu tiba di Pos SAR, Arman pun diminta langsung ke tempat logistik. Seorang anggota Tim SAR meminta Arman agar menyantap makanan yang banyak. Maklum, di lokasi di evakuasi, logistik sangat terbatas.

Seperti halnya Arman, Marzen pun bekerja tanpa pamrih guna membantu tim evakuasi. Relawan yang biasa bertugas di Gunung Halimun dan Gunung Gede ini bercerita, medan di lokasi sangat berat.

"Yang paling minim itu logistik. Saya sampai makan apa yang ada di lokasi, saya mesti makan gedebong pisang," ucap Marzen.

Namun dia mengaku hal itu adalah hal yang biasa. Bagi Marzen, mengevakuasi jenazah korban Sukhoi adalah yang utama.

"Melihat kondisi korban saya sampai menangis. Baru kali ini saya melihat seperti itu. Yang susah, jenazah yang menyangkut di tebing, mesti memanjat untuk mengambilnya," tutur pria berusia 40-an tahun ini.

Arman dan Marzen sudah 2 hari berada di lokasi Sukhoi jatuh. Sabtu (12/5) kemarin pagi mereka turun ke Pos SAR. Selain memulihkan diri, mereka juga membantu membuka jalan bagi tim evakuasi lainnya yang akan datang. ( detik.com )


Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply