Upaya evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh 9/5 di Lereng Gunung Salak Bogor terkendala kabut tebal . Heli Super Fuma TNI AU
terhalang kabut , sedangkan Tim SAR Darat sudah semakin mendekati lokasi . Informasi yang dikutip TV One dari Tim SAR menyebutkan pesawat dalam keondisi hancur .
Presiden SBY yang datang ke Halim Perdana Kusumah bersama Ibu Negara menjumpai keluarga korban , berusaha membesarkan hati mereka yang tertimpa musibah . Presiden juga meminta agar evakuasi korban pesawat Sukhoi dilakukan secara tuntas .
Badan SAR Nasional bersama instansi dan pihak terkait menyiapkan setidaknya 8 Heli dan 25 ambulan untuk evakuasi , serta ratusan personil yang dibagi dalam beberapa Tim . Evakuasi akan dilakukan dari Lokasi ke Posko evakuasi , lalu diterbangkan dengN Heli ke Halim Perdana Kusumah . Evakuasi i utama akan dilakukan melalui Udara , dan jika tidak bisa dilakukan dengan baik, alternatif adalah Tim evakuasi darat .
Sebagian TIM sudah ada di puncak Salatiga diatas tebing dimana pesawat jatuh , tetapi mereka belum bisa menjangkau lokasi karena terjalnya tebing . Terbatasnya peralatan menyebabkan Tim evakuasi tidak bisa berbuat banyak , kata Reporter TV One dari Posko Cijeruk . Gambar yang disiarkan TV One memperlihatkan serpihan-serpihan pesawat yang hancur berkeping-keping . Salah satu gambar adalah memperlihatkan logo Sukhoi di terjal tebing Gunung Salak . ( Infosketsa )