Bangkitkan Negeri Melalui Teknologi

Meski memiliki gagasan-gagasan yang brilian, khususnya di bidang teknologi informasi (TI), tetapi seorang Hemat Dwi Nuryanto tetap memberikan kesanalt sederhana dan rendah hati ketika ditemui di ruang kerjanya, di lantai empat Gedung Salman ITB, Jalan Gelap Nyawang No 4, Bandung, belum lama ini.

Dengan lugas dan terperinci, dia mengisahkan perjalanan hidupnya semenjak lulus dari SMA hingga menekuni profesi sebagai penyedia layanan berbagai macam aplikasi di bidang TI. Hemat merupakan sosok inovator di bidang TI.

Berbekal inteligensia yang tinggi, dia senantiasa mencari jalan untuk membuahkan sesuatu yang lebih baik bagi kehidupan manusia.Tak heran, segudang prestasi hingga kini telah diraihnya. Meski usianya kini telah menjelang setengah baya, tetapi produktivitas hidupnya tidak pernah surut. Lalu, bagaimana lebih jauh tentang sosok seorang Hemat yang memiliki ambisi untuk membangkitkan negeri ini? Berikut perbincangannya dengan SINDO.

Bidang apa yang Anda tekuni saat ini?

Saya menekuni bidang teknologi informasi (TI) yang secara spesifik menunjang pengembangan serta penyediaan softwareuntuk pemerintahan, perusahaan, stasiun radio, Komisi Pemilihan Umum (KPU),serta penyediaan jasajasa yang terkait dengan solusi dan teknologi untuk pelayanan di dunia pendidikan, serta sejumlah bidang lainnya dengan menciptakan berbagai aplikasi yang inovatif. Solusi software yang dibangun sifatnya mengombinasikan yang terbaik dari teknologi open source, misalnya Linux, Apache, MySQL, PHP/Java dengan teknologi berlisensi, seperti Oracle / IBM DB2 Database, MS Windows & Office, IBM Web- Sphere sehingga menghasilkan sebuah solusi yang optimal dan handal.

Apa visi Anda ke depan?

Saya bersama perusahaan yang saya kelola ingin menjadi pemimpin riset dan inovasi perangkat lunak untuk perbaikan daya saing Indonesia secara sistemik dengan memanfaatkan kemajuan sains, teknologi, dan seni secara holistik dan menerapkannya di lembaga perusahaan manapun serta pemerintahan melalui kemitraan strategis.

Keberhasilan apa saja yang pernah Anda capai selama ini?

Banyak sekali. Semenjak saya mengundurkan diri dari IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia), saya kemudian merasa tertantang untuk menekuni bidang TI tepatnya untuk berbagai macam kebutuhan aplikasi software bagi pemerintahan dan perusahaan, serta pengelolaan SDM. Bidang ini saya tekuni sejak akhir 2000 sampai pertengahan 2005. Sejak 2000 sampai 2009 saja,tidak kurang dari 34 proyek TI sudah saya tuntaskan bersama tim di perusahaan yang saya kelola.

Lalu, saat ini apa yang tengah Anda kerjakan?

Di sela waktu mengawasi operasional PT Zamrud Technology, saat ini saya bersama tim tengah mengembangkan aplikasi teknologi di dunia kepenyiaran dengan mendirikan eBroadcasting Insitute,sebuah inisiatif untuk membangkitkan industri penyiaran radio; Crayonpedia yang merupakan inisiatif untuk memajukan pendidikan; eDemocracy & Governance Insitute, sebuah inisiatif untuk memajukan demokrasi dan tata kelola; serta Indonesia Open Innovation Foundation melalui IGOS Center Bandung.

Khusus soal eBroadcasting Insitute, manfaat apa yang didapat dari program ini?

Pada dasarnya semua perusahaan radio pasti ingin mendapat pendengar sebanyak-banyaknya. Nah,melalui aplikasi TI yang kami ciptakan,sebuah stasiun radio bisa diakses oleh seluruh masyarakat di dunia. Uniknya, bukan hanya untuk siaran radio yang saat ini sedang berlangsung,tetapi orang melalui internet pada PC, tablet, handphone BlackBerry dan smartphone lainnya, bisa mendengar program siaran yang sudah lewat. Bahkan kita bisa mendengarkan siaran, iklan atau program acara lainnya pada tiga bulan yang lalu.

Sudah berapa banyak stasiun radio yang memanfaatkan aplikasi teknologi informasi yang Anda ciptakan?

Sampai saat ini sudah sekitar 70 stasiun radio se-Indonesia. Targetnya, beberapa bulan ke depan kami optimis bisa meraih 200 stasiun radio. Saya tidak menjual perangkat lunak ini kepada stasiun radio,tetapi perusahaan yang saya kelola menerapkan sistem barter. Sementara masyarakat yang ingin menikmati layanan ini sama sekali tidak dipungut biaya.

Kabarnya Anda juga melakukan terobosan untuk kemajuan demokrasi negeri ini dari sisi teknologi?

Walaupun saya bukan ahli sosial politik, tetapi saya melalui teknologi bisa memahami cara kerja demokrasi yang efisien dan murah,yakni dalam sistem penghitungan suara hasil pemilu. Di tengah kurang sehatnya persaingan politik yang terjadi saat ini, di mana banyak terjadi kasus manipulasi suara dalam pemilu, inovasi TI yang saya terapkan setidaknya bisa meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan tersebut. Sebab, kasus penggelembungan suara,tertukarnya hasil penghitungan,atau bahkan jual beli suara tidak akan terjadi jika menerapkan aplikasi ini. Itulah sumbangsih pemikiran saya untuk upaya perbaikan demokrasi negeri kita, melalui kerangka TI.

Di samping mengelola sebuah perusahaan yang profesional, kabarnya Anda juga masih aktif di dunia pergerakan?

Ya, benar. Saya pada 1999 sewaktu bekerja industri pesawat terbang, terlibat secara aktif dalam Serikat Pekerja - Forum Komunikasi Karyawan PT Dirgantara Indonesia (SPFKK PTDI). Bahkan anggotanya mencapai hampir 10.000 karyawan. Hingga saat ini masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi SP-FKK. Jadi, saya memang masih aktif, tetapi aktivitasnya di belakang layar. Justru dengan pengalaman di organisasi inilah, saya kini merasakan adanya energi untuk menjadi seorang pemimpin. Pada prinsipnya, sesuatu yang tidak beres akan saya lawan. Saya kini semakin punya ketetapan hati,pda dasarnya semua itu merupakan rahmat.

Bicara soal prinsip hidup, prinsip apa yang Anda pegang teguh selama ini?

Bagi saya, hidup adalah proses, terlepas bagaimana nanti hasil dari upaya yang telah saya lakukan.Namun,selama ini Alhamdulillah saya selalu bisa menjalani bahkan menikmati hasil dari kerja keras saya walaupun tidak tahu ke depan akan ada cobaan apa lagi.Perjalanan hidup saya naik-turun, susah-senang. Hidup memang seperti itu dan mungkin dialami semua orang.Tetapi,justru di sanalah letak nilai hidup kita.

Sebagai inovator di bidang TI khususnya, sebetulnya apa yang Anda harapkan?

Karena karakter saya kan sebagai inovator, jadi ada satu hal yang menarik, yakni mencari sesuatu untuk masa depan. Seperti juga bicara soal radio, kan saya bicara untuk tiga atau lima tahun ke depan agar dunia broadcastingkita lebih maju.Lalu bagaimana meraih masa depan itu? Ya, dengan menciptakannya sejak saat ini.Tetapi, tentu inovasinya jangan ngawur.

Dukungan apa yang didapat dari keluarga hingga Anda begitu konsentrasi dalam melakukan inovasi di bidang teknologi?

Kontribusi yang paling besar adalah keluarga, di mana istri saya yang mendampingi sehari-hari dalam kondisi sesulit apapun tidak mengeluh. Sementara dalam kondisi senang senantiasa mengingatkan agar jangan terlalu berlebihan. Begitu pula buah hati saya.Dua putra saya merupakan penyejuk, walaupun karakternya berbeda- beda.Semuanya merupakan rahmat bagi saya.

Apa yang menjadi motivasi Anda dalam menekuni bidang ini?

Saya ingin membangkitkan bangsa ini untuk menjemput masa depan lebih baik. SDM merupakan aset yang luar biasa.Kalau potensi itu diberdayakan maka akan menjadi sesuatu yang hebat demi memperbaiki keadaan yang kacau, perilaku korup, dan semacamnya. Maka, saya semakin terdorong untuk membangkitkan negeri ini. Melalui bidang teknologi, saya bisa memberikan sumbangsih yang tepat untuk kemaslahatan hidup manusia. Nilai saya adalah ketika melakukan sesuatu, bukan hasil di bagian akhir.

Cita-cita saya begitu menjulang,tetapi tidak terlalu peduli apakah akan tercapai atau tidak cita-cita saya itu, karena Allah Yang Mahakuasa sangat mudah membalikkan sesuatu. Yang menentukan berhasil itu bukan saya, tetapi Yang Mahakuasa. Kewajiban dan value saya adalah melakukan proses. ´üčatep abdillah kurniawan

( Koran Sindo ).

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply