image image image
RUU Penyiaran Mulai Dibahas DPR RI. DPR RI mulai hari ini 23 September 2013 membahas RUU Tentang Penyiaran sebagai revisi UU No 32 tahun 2002 . Ketua Komisi I DPR RI Mahfud Siddiq seperti dikutip Jurnal Parlemen menyatakan pembahasan RUU Penyiaran ini termasuk berat sebab terdapat lebih dari 800 Daftar Inventarisasi Masalah ( DIM ) . Selengkapnya
Mendagri Mengapresiasi Kemajuan NTB . Pembacaan ayat suci Al Qur'an menambah hidmat   pelantikan DR.TGH M.Zainul Majdi dan HM.Amin SH.Msi sebagai Gubernur NTB   oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi  17 September 2013 .
Selengkapnya
Aset Negara Yang Digunakan RRI Bermasalah. IS.19 September 2013.Lembaga Penyiaran Publik RRI kini menghadapi masalah hukum , sebab sengketa  lahan seluas 45 hektar di Depok dimenangkan penggugat  H.Muhammad Samin CS di tingkat Peninjauan Kembali ( PK ) Mahkamah Agung . Padahal di lahan itu berdiri Pemancar RRI dan perumahan . Selengkapnya


oleh : Yohanes Adi Dosen MMTC Yogyakarta

1.    Pendahuluan.

Penulis akan menulis dan membahas Format Berita Radio, bukan bermaksud menggurui atau menggarami laut, namun tulisan tentang altFormat Berita radio ini diperuntukkan untuk reporter pemula, sebagai wacana, atau ditujukan reporter senior namun mereka dapat menulis berita karena belajar secara otodidak.

Penulis  mengajar jurnalistik radio di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogjakarta ,sekitar 18 tahun, Menurut pengamatan selama  mengajar Mahasiswa MMTC dari mahasiswa kedinasan , meskipun sudah mempunyai pengalaman 5-10 tahun, mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam membuat Straigh News apalagi In-Depth News.

Format berita radio, yang akan dibahas secara bertahab ; Straight News, In-depth News (berita mendalam), laporan langsung (live Report), Feature, Dokumenter, Wawancara, Talk Show, Berita Analisa, Talk Show, dan Investigasi. Masih banyak Format Berita lainya, namun akan dibahan ketika penulis membahas bermacam-macam Format-Format berita tadi.

Tujuan penulis untuk menyajikan dan membahas produksi format berita radio ini, agar berita-berita yang disiarkan oleh RRI , mempunyai kwalitas yang sama atau sejajar dengan lembaga-lembaga penyiaran elektronik dan lembaga media cetak terkemuka di Indonesia

2. Pengertian Dasar.

Straight News adalah format yang paling mendasar untuk dipahami oleh Reporter Pemula. Karena dengan memahami dan mampu memproduksi Format Berita Straight News, maka reporter dapat mengembangkan diri untuk membuat Format berita selanjutnya  misalnya membuat format berita  In-Depth News (Berita mendalam). Format berita In-Depth News, mengungkap beberapa sudut pandang/beberapa aspek/beberapa sisi, sedangkan Format berita Straight News, hanya ditinjau dari satu sisi/satu sudut pandang/ satu aspek, yang bersifat linier.

JB Wahyudi dalam bukunya Dasar-dasar Jurnalistik Radio dan televisi, menjelaskan Straight News atau disebut Berita langsung, sedangkan pakar lain menyebut Berita lempang. Menurut Wahyudi  Straight News adalah uraian fakta dan atau pendapat yang hanya mengandung inti-inti 5W+1H.Uraianya dimulai dari yang terpenting menuju ke yang kurang penting. Fakta dan atau pendapat yang dilaporkan hanya dilihat dari satu sisi/satu aspek/satu sudut pandang, sehingga bersifat linier.

Pendapat yang  sama, diuangkap oleh Santi Indra Astuti, S.Sos,Msi, dalam bukunya Jurnalisme Radio, Teori dan Praktik menjelaskan  bahwa Straight News, adalah berita langsung, hard news, mementingkan aktualitas, ditulis dengan pendekatan 5W+1H.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Staright News, adalah berita langsung/berita lempang, hard news, actual, menulis berita ditulis dengan pendekatan 5W+1H, ditinjau dari satu aspek/satusisi/satu sudut pandang yang sifatnya linier.

Dalam buku Jurnalisme Investigasi, yang ditulis Dandhy Dwi Laksono, memperjelas pengertian Straight News, dengan membedakan format berita Straight News,dengan In-Depth News dan Investigi.

 

                       Straight News                             In-Depth News                           Investigasi

 

1.  Laporan yang men-              1.  Laporan yang  men-             1. Laporan yang  me--

     ceritakan                                   menjelaskan                            nunjukkan

 

2.  Menceritakan apa ,              2.  Lebih menjelaskan               2. Lebih menunjukkan

     Siapa, dimana, ka-                    bagaimana dan me-                 apa dan siapa

     pan, mengapa, ba -                    ngapa ( How dan  -                 (What dan who)

                     gaimana (5W+1H)                      Why)                                    

 

                3.  Sebagai informasi-              3.  Memberi pengetahu-             3. Membeberkan dan

                     (data) bagi publik                     an dan pemahaman                  meluruskan perso

                                                                                                                     alan dengan berge

                                                                                                                     rak maju ke perta-

                                                                                                                     nyaan, bagaimana

                                                                                                                     bias terjadi, sam  -

                                                                                                                     pai sejauh apa, dan

                                                                                                                     sia-pa saja yang ter

                                                                                                                     libat.

 

Dandhy Dwi Laksono, menjelaskan bahwa Straight News hanya berita yang menceritakan,  siapa  yang terlibat, kapan terjadinya, dimana, mengapa terjadi dan bagaimana terjadinya. Sedangkan In-Depth News , berita yang menjelaskan, di tinjau dari beberapa sisi/beberapa aspek khususnya bagaimana dan mengapa. Berita Investigasi, berita yang menjunjukkan ,mengungkapkan ,membeberkan serta membuktikan .

 

Dengan demikian, sebaiknya reporter pemula jangan langsung membuat berita In-Depth News, namun  dimulai dengan membuat berita Straight News, yang hanya menceritakan, tidak menjelaskan. Setelah mahir membuat berita Straight News, baru ditingkana membuat berita In-Depth News. 

            3. Perencanaan.

Semua reporter sangat menginginkan produksi beritanya berkwalitas.  Berita yang berkwalitas. Kuncinya hanya satu, yaitu reporter harus membiasakan diri membuat perencanaan yang matang, dengan tahapan  perencanaan sbb :

a.    Ide.

Pertama-tama harus mencari ide, berita apa yang akan diproduksi.

Ide adalah gagasan yang tersusun dalam pikiran, Gagasan tentang berita apa yang akan diprokusi, Gagasan itu diperoleh dari informasi, orang lain (nara sumber), media cetak atau elektronik, dari buku-buku literature. Idenya misalnyan : masalah ekonomi, keamanan, sosial, politik, kesehatan, otomotif, kriminal, pertanian,perkebunan , HAM dll.

Contoh : Ide  : Otomotif.

b.   Topik.

Berawal dari ide, kemudian dicari topik berita.

Topik adalah pokok pembicaraan  tentang hal-hal yang menarik perhatian umum. Yang menjadi pokok pembicaraan yang menarik perhatian umum, misalnya   Mobil rakitan Esemka. Topik ini actual, kontrovesial dan fenomenal.

Topik yang yang menarik , sangat diinginkan dan dibutuhkan oleh khalayak. Pada umumnya topic yang menarik dan dibutuhkan adalah : yang actual, kontroversial,  dramatis, fenomenal dan potensisl.

Aktual : peristiwa terbaru, terkini, atau hangat (up todate), sedang atau baru saja terjadi (resent event) . Jadi actual, bukan saja dari sisi waktusaja , namun actual disini karena peristiwa itu hangat artinya masalahnya menjadi pembicaraan hangat dan panjang di kalangan masyarakat. Contoh kasus Bank Century.

 

Kontoriversail ; belum ada kesepakatan secara umum, sehingga selalu menimbulkan pro dan kontra.

 

Fenomenal / dramatis  :  Tindakan / peristiwa  yang luar biasa.

 

Potensial : tindakan / peristiwa yang mempunyai daya sehingga bisa menimbulkan masalah hangat.

 

Contoh topic :  Kontrversial dan Fenomenal /dramatis :

Mobil rakitan Esemka Surakarta.

 

c.  Angle.

 

     Dari topik, yang menjadi perhatian umum ini, kemudian ditentukan angle atau sudut pandang. Dari topic, bisa dicari / dimunculkan bermacam macam angle, atau sudut pandang. Ini adalah pekerjaan yang sulit bagi Reporter.

 

     Kemampuan reporter dapat menemukan / memunculkan  bermacam-macam angle,dari sebuah topic ,maka reporter tidak akan kesulitan dan kekurangan memproduksi berita. Kita lihat media cetak dan media elektronik , sering memuat empat sampai lima angle (berita)  dari satu topic, yang dikemas dalam beberapa Format penyajian berita.

 

     Contoh : Ide                  :  Otomotif,

                   Topic              :  Mobil Rakitan Esemka Surakarta.

                                   Angle             :  1. Walikota dan Wawali Surakarta menggunakan mobil     

                                                                dinas Esemka,

2. Ketua DPR RI mengharakan Kementerian Perindustrian

    jangan menghambat izin mobil Esemka

3. Ketua DPR RI minta agar semua mendukung  Mobil Kiat Esemka produksi anak bangsa.

4. Ketua DPR RI dorong Mobil Esemka menjadi Mobil Nasional.

5. Mobil Kiat Esemka bekerja sama dengan Kiat Motor Klaten.

6. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono  mengajak  jangan menjelek-jelekan Karya anak bangsa mobil Esemka Solo

7. Direktur Kiat Motor telah mendapat pesanan mobil Kiat Esemka, yang menyentuh angka 10,.000.

8. Kementererian Pemberdayaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengakui kebijakan Walikota Surakarta, menggunakan Mobil Esemka dapat mendorong pejabat untuk hidup sederhana

                                                           

                                                            Catatan : Bila digali , bila mendapatkan  puluhan angle

                                                                          lagi.

 

 

c.    Membuat rencana liputan.

Reporter membuat rencana peliputan sangat penting, sehingga Ruang lingkup materi yang diliput lebih terarah, nara sumber yang yang akan digali sesuai angle, rancangan pertanyaan lebih mengena, dan materi primier dan skunder lebih terarah.

 

Nara sumber yang akan di wawancarai adalah narasumber yang relevan dengan topik (nara sumnber utama) menguasai masalah dibidangnya, sudah dikenal dan kritis serta analisanya mendalam.

 

Reporter harus memperhatikan dan dapat memastikan bahwa rekaman suara atau bunyi atau musik yang direkam kwalitasnya bagus. Karena berita radio, harus didukung dengan gambar imajinasi yang berkwalitas tinggi ( suara (insert), musik(sound effect) serta atmosfir yang bagus)

 

d.  Produksi berita.


     Setelah merencanakan produksi format berita ; yang meliputi Ide, topic, angle, dan rencana peliputan, tiba saatnya masuk ke Produksi berita,

 

     1.  Peliputan.

   

         Peliputan dapat dilangsungkan atau ditempuh lewat tilpun atau wawancara langsung. Namun reporter pemula sebaiknya menempuh jalur liputan langsung (wawancara langsung dengan narasumber), dan dapat memperoleh atmosfer yang diinginkan.

        

         Wawancara sesuai dengn pertanyaan yang telah dipersiapkan ( pertanyaan yang dipersiapkan hanya sebagai panduan), dan diusahakan rekaman wawancara hasilnya bersih dan jelas. Dan persiapkan alat rekam sebaik mungkin.

   

     2.  Seleksi materi hasil peliputan

 

          Hasil liputan diseleksi sesuai dengan lead, materi yang tidak sesuai dengan lead, disisihkan,dikumpulkan untuk  materi berita yang lain dengan lead yang lain.

 

      3. Struktur penulisan naskah,  menggunakan struktur penulisan,  Dedhy Iskandar Muda dalam buku Jurnalistik Televisi ( Uraian lebih lanjut akan dibahas secara mendalam pada Produksi Format Berita Radio Staight News, bagian II, karena lebih mudah dipahami dan dipraktekkan)

 

4.    Koreksi Naskah.

 

d.   Paska Produksi

 

1.  Rekaman dan Edirting

 

2.  Disiarkan.

 

3.  Evaluasi.

 

Catatan penting bagi para Reporter dalam tulisan Format berita Radio Straight News bagian I ini adalah : betapa pentingnya memilih topic yang aktual, kotroversial, fenomenal, dramatis,potensial, juga tak kalah pentingnya menentukan  angle. Karena dari topik , angle yang akan membawa kwalitas berita lembaga penyiar radio anda  sejajar dengan media besar lainya. Selain itu kwalitas nara sumber, dan  ketrampilan penggalian serta penulisan berita, juga sangat penting, dan perlu diperhatikan. Kwalitas rekaman untuk insert, atmosfir akan menambah kwalitas berita radio.

 

Bagian ke II Produksi format berita radio Straight News,, akan dilanjutkan dengan contoh menulis beritaStaright News dengan struktur penulisan Dedhy Iskandar Muda, bermacam macamLead, mdengumpulkan fakta, mengindentifikasi fakta

 


 


Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy

Berita Utama

Prev Next

Dirut TVRI Bantah Langgar UU Penyiaran.

Dirut TVRI Bantah Langgar UU Penyiaran.

Direktur Utama Televisi Republik Indonesia (TVRI), Farhat Syukri, membantah jika pihaknya mendapat tekanan dari Partai Demokrat untuk menayangkan siaran konvensi calon presiden Partai Demokrat pada Minggu (15/9/2013) malam.Menurut Farhat, TVRI sebagai lemb...

Bochri Rachman 21 Sep 2013 Hits:745 Berita Utama

TVRI Dinilai Langgar UU Penyiaran , Terkait Siaran Konvensi PD

TVRI Dinilai Langgar UU Penyiaran , Terkait Siaran Konvensi PD

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memutuskan menjatuhkan sanksi administraif berupa teguran kepada LPP TVRI atas penayangan siaran Konvensi Partai Demokrat pada Minggu, 15 September 2013. KPI meminta TVRI membuat surat pernyataan untuk memberikan ...

Bochri Rachman 20 Sep 2013 Hits:1161 Berita Utama

TVRI Dinilai Melanggar UU Penyiaran.

TVRI Dinilai Melanggar UU Penyiaran.

Jakarta . Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) memberikan sanksi terhadap TVRI terkait penyiaran konvensi Partai Demokrat .

Bochri Rachman 20 Sep 2013 Hits:516 Berita Utama

Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply