The Future Of Radio For Today Generation @Radio.

Telkom Dorong Transformasi Industri Radio

Kamis, 10 Maret 2011

JAKARTA (Suara Karya): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bersama dengan mitra inovatornya, Zamrud Khatulistiwa Technology, memperkenalkan layanan The Future of Radio for Today Generation @Radio yang diharapkan menjadi jawaban komunitas penyiaran radio dalam menghadapi perkembangan global industri radio siaran.
Direktur IT and Supply Telkom Indra Utoyo mengatakan, teknologi tersebut akan merevolusi dunia penyiaran radio dan memudahkan penyiar radio untuk menjadi great public speaker yang bebas menentukan gaya siaran. "Basisnya internet protocol, sehingga radio tidak lagi memiliki keterbatasan daya pancar dan bisa diakses melalui banyak perangkat," kata Indra Utoyo usai peluncuran produk tersebut di Jakarta, Selasa (8/3) malam.
Bahkan, menurut dia, inovasi @Radio yang berbasis internet itu akan memacu efisiensi di operasional penyiaran, memunculkan sumber pendapatan lain, dan mendorong industri konten kreatif untuk maju. Selain itu juga memiliki fitur-fitur utama dengan fungsi berbeda, di antaranya dynamics live streaming yang mendukung operasi penyiaran radio, di mana seluruh stakeholder radio yang terlibat secara terintegrasi dapat bekerja dinamis via website radio.
"Ada fitur contextual podcast streaming yang dapat memudahkan para pende ngar untuk memilih hasil produksi seni siaran yang tersedia. Hasil produksi itu bisa dilihat dan didengar secara on demand," tuturnya.
Di samping itu juga terdapat fitur stay tune social marketing yang memudahkan berbagai pihak melakukan promosi hasil produksi seni siaran radio kepada teman-teman dan relasinya dengan cara mengunggah atau memublikasikannya di Facebook, Twitter, dan lain-lain. "Dengan begitu, suara atau hasil siarannya bisa didengarkan secara langsung pada halaman Facebook teman-teman dan relasi kita," tuturnya.
Telkom bekerja sama dengan PRSSNI dan didukung e-Broadcasting Institute menyelenggarakan Program Nasional Kemitraan @Radio. Sasaran program kemitraan yaitu industri radio siaran yang telah menjadi anggota Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) di seluruh wilayah Indonesia. Indra Utoyo menjelaskan, program ini bertujuan untuk memberikan pinjaman lunak kepada industri radio siaran dan merupakan kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Telkom.
Skema pinjaman tersebut ibarat memberikan seperangkat kail untuk mendukung kegiatan produktif. Selanjutnya pinjaman itu digunakan untuk melakukan transformasi bisnis radio melalui layanan @Radio, sehingga stasiun radio mitra binaan dapat melakukan inovasi proses bisnis, inovasi model bisnis, dan membangun ekosistem radio baru secara kolaboratif.
"Layanan @Radio bukan hanya membangkitkan industri siaran radio, melainkan juga akan menunjang ekonomi kreatif secara nasional dengan prinsip long tail economic, sehingga ekonomi kreatif yang mencakup berbagai jenis industri kreatif dapat meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional secara signifikan," tuturnya.
Sementara itu, Vice President Public and Marketing Communication Telkom Agina Siti Fatimah mengatakan, industri radio siaran sebagai subsektor dalam industri kreatif nasional sangat berpotensi untuk dikembangkan. "Kapasitas dan layanan @Radio akan meningkatkan efektivitas dan nilai tambah yang terkait dengan rantai nilai dalam industri radio siaran," kata Agina. Rantai nilai tersebut meliputi usaha kreasi, produksi, distribusi, dan komersialisasi.
Dengan layanan @Radio, maka rantai kreasi stasiun radio siaran bisa menciptakan ide-ide konten yang lebih segar dan efisien. Selain itu, @Radio juga akan membantu penguatan tatanan regulasi yang sesuai untuk sistem stasiun berjaringan yang adaptif dengan jejaring sosial.
Layanan @Radio juga akan menguatkan kapasitas SDM radio serta bisa mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan di daerah-daerah. Dia menambahkan, eksistensi @Radio akan mendorong industri rating lebih sehat dan berkeadilan, karena industri radio siaran bisa mengelola segmentasi pendengarnya secara efektif. "Fitur-fitur yang dimiliki @Radio akan mentransformasikan proses bisnis dan daya inovasi SDM radio siaran, sehingga proses bisnis dan proses kreatif menjadi lebih efektif dan berdaya saing global," ujar Agina.
Tren Konvergensi

Agina juga mengatakan, tren konvergensi TIK dan media terus bergerak merevolusi dunia. Akibatnya, kata dia, Vox Populi atau suara publik makin teresonansi menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mengadakan perubahan. Resonansi itu akan makin kuat dan menjalar dalam waktu yang cepat karena tersedianya layanan teknologi dan inovasi penyiaran terbaru yang dikembangkan Telkom bersama PT Zamrud Khatulistiwa Technology.
Sebelumnya, kalangan industri radio mengakui tetap membutuhkan inovasi baru agar mampu bersaing dengan media informasi yang lain. Pemilik Radio Kayu Manis Rohmad Hadiwijoyo, di sela Musyawarah Nasional PRSSNI, mengatakan, inovasi tersebut diperlukan untuk memperluas pangsa iklan di media radio yang sampai saat ini masih jauh dari angka ideal.
Pihaknya mencatat iklan di media radio pada kurun 2010 hanya berkisar Rp 600 miliar atau 1,3 persen dari seluruh total belanja iklan media 2010 sebesar Rp 48 triliun. "Idealnya sekitar 5-7 persen atau sesuai dengan pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Dia mencontohkan, di beberapa negara lain, belanja iklan di media radio tergolong tinggi, bahkan di Amerika Serikat persentasenya mencapai 30 persen dari total belanja iklan media. Menurut dia, inovasi menjadi jawaban dari persoalan rendahnya minat belanja iklan di radio. "Saat ini, industri radio kita belum siap bersaing dengan derasnya arus teknologi, salah satu indikatornya adalah kita masih harus berebut pangsa iklan, dan kita mendapatkan jatah yang kecil," katanya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan, industri radio, ke depan, memiliki prospek yang cerah. Pendengar radio dapat mengakses siaran radio di mana saja sambil melakukan aktivitas yang lain.
Selain itu, siaran radio juga dapat diterima dengan pesawat atau alat penerima yang harganya terjangkau dengan jangkauan yang luas. "Potensi itulah yang mendorong industri di bidang radio memiliki prospek yang cerah. Namun, hal yang perlu menjadi perhatian adalah industri radio harus selalu mengedepankan konten yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat karakter bangsa," katanya.
Dia menambahkan, radio juga merupakan media yang sangat efektif sebagai sarana untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki jati diri bangsa. "Sarana ini ada pada Anda sekalian para insan yang bergerak di bidang industri radio," tuturnya. (A Choir)

Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply