Sidang Kasus Pembunuhan Di PN Praya Lombok Tengah Diwarnai Kerusuhan.

Kerusuhan dan keributan  terjadi di Pengadilan Negeri Praya Lombok Tengah NTB saat menyidangkan perkara pembunuhan Desa Bonder  senin 31/1 .Keluarga korban pembunuhan beramai-ramai mengejar untuk menghakimi terdakwa . Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bonder  bulan Agustus 2010  mengakibatkan tewasnya  Mamiq Tarbiyah ( 60 ) dan putranya Lalu Fauzan ( 25 )  melibatkan 9 terdakwa . Kasus pembunuhan itu dipicu selisih paham atas adat perkawinan antara Keluarga korban dan keluarga terdakwa .

Sejak pagi hari PN Praya telah dipadati keluarga korban,  keributan mulai terjadi ketika mobil tahanan yang membawa 8 dari 9 terdakwa dilempar batu oleh keluarga korban. Tindakan spontan itu menyebabkan aparat bersiaga dan menghadang keluarga korban yang meringsek masuk hendak menghakimi para terdakwa.   Massa berhasil didesak mundur oleh Aparat ke luar halaman kantor PN Praya,.Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka lecet, sementara seorang anggota polisi Briptu Sudirman mengalami luka akibat lemparan batu. Suasana mereda setelah 3 pelton aparat diterjunkan dan menjaga ketat kantor PN Praya.

Dari 9 orang terdakwa tersebut  seorang  menjalani sidang di Pengadilan Militer, yaitu terdakwa atas nama Lalu daud, karena masih tercatat sebagai anggota TNI. Sementara 8 terdakwa lainnya 4 terdakwa dengan dakwaan pembunuhan berencana, masing-masing H. Lalu Wiguna (43), Lalu Wirangsa Permana (20). Lalu Habibi (29) dan lalu Mulyadi (50), keempatnya didakwa pasal 430 jonto 55 ayat 1 KUHP, tentang pembunuhan berencana dan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP, melakukan perbuatan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang.

Sementara 4 terdakwa lainnya, masing-masing Lalu Ratip (32), lalu indra Utama (24), lalu Supadan (32) dan lalu Gun (45)  didakwa pasal 170 ayat 2 ke 2 tentang penganiyayan.

Pembunuhan yang terjadi di Desa Bonder, berawal dari kasus pernikahan adat antara Hosen, warga Dusun Kelantih dan Baiq Laili, putrid dari keluarga Lalu Gunawan dari dusun Kelantah. Hosen yang berasal dari keluarga bukan bangsawan, ditolak oleh keluarga pihak mempelai perempuan. Meskipun sang gadis sudah dilarikan 6 hari yang lalu sesuai dengan adat Merariq (tradisi pernikahan Suku Sasak di Lombok). Dalam kasus ini korban Tarbiyah berposisi sebagai penengah sengketa pernikahan tersebut. Korban yang ketika itu berniat mendamaikan sengketa keluarga pihak laki-laki dan keluarga pihak perempuan, justru dikeroyok hingga tewas oleh para terdakwa. Tarbiyah, dan anak kandungnya Fauzan dilaporkan tewas dalam pengeroyokan tersebut.

Pembunuhan atas kedua korban ketika itu berbuntut panjang, 25 Agustus silam ratusan warga melakukan perusakan dan pembakaran rumah Gunawan adalah bentuk dari ketersinggungan warga secara adat. ( inanalif / infosketsa.com )

.

 

 

 

 

 


Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply