Hemat Bicara Tentang RRI ( Bagian 2 )

Pada bagian pertama tulisan Hemat Dwi Nuryanto yang berdudul " Mencerahkan Horizon RRI dengan Strategic Alignment Model " lebih banyak mengupasalt tentang bagaimana RRI seharusnya melakukan Transformasi dibidang teknologi agar menjadi lebih kompetitif sesuai dengan semangat Jaman . Pada bagian    ke 2 Hemat mengupas tentang repositioning Jurnalisme Radio yang sangat berkaitan dengan Strategic Alignment model bagi RRI .

2.Repositioning Jurnalisme Radio :

Jurnalisme radio utamanya di RRI semestinya melakukan repositioning kearah social web. Pola mengkonsumsi media juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Masyarakat saat ini memiliki pilihan media yang sangat banyak. Content menjadi “on-demand”. Hal itu sejalan dengan premis Valerie Geller yang menyatakan bahwa situasi pendengar akan kembali kepada hakekatnya, makna pendengar bukan terletak kepada perangkat yang menyampaikan. Tetapi kontenlah yang paling penting. Bahkan dalam risetnya, Geller menunjukkan bahwa radio dimasa mendatang akan kembali menempati posisi strategisnya.

Transformasi RRI yang bersinergi dengan new media yang berbasis teknologi IP dan DAB/DVB harus sejalan dengan langkah kebijakan USO pemerintah yang mencanangkan internet masuk desa mulai 2010. Portofolio RRI bisa terkubur jaman jika tidak melakukan transformasi dan inovasi yang menyangkut broadcasting operation and management, perbaikan ekosistem dan model bisnis.

Transformasi itu mudah dilakukan jika melakukan kolaborasi untuk membentuk life style baru. Apalagi jika sifat kolaborasi menuju kearah low budget namun high impact dalam proses bisnis radio siaran. Ekosistem global untuk industri radio siaran mulai mengarah kepada optimasi bisnis konten. Dalam kenyataan yang baru, postur dan job establishment and grade system dari SDM RRI dituntut berubah sesuai dengan semangat jaman. Job SDM radio seperti Program Director, News Director, On-Air Personalities, semuanya telah berubah dan membutuhkan kompetensi kearah TIK. Untuk itulah deskripsi kerja di lingkungan RRI perlu diperbarui. Sehingga organisasi RRI seolah berada di tengah-tengah entitas yang terlahir kembali.

Fakta menyatakan bahwa teknologi Web 2.0 telah memperluas spektrum profesi jurnalisme Radio. Pada prinsipnya Jurnalisme radio (broadcast journalism) adalah proses produksi berita dan penyebarluasannya melalui media radio siaran. Sifatnya adalah bercerita (storytelling), yakni menceritakan atau menuturkan sebuah peristiwa atau masalah dengan gaya percakapan (conversational). Spektrum profesi itu akan ideal jika difasilitasi oleh infrastruktur Radio Broadcasting Integrated System. Dengan arsitektur yang merupakan kumpulan aplikasi untuk mendukung operasional stasiun radio, mulai dari modul program director, production director, traffic management, on-air, interactive messaging, logger, hingga audio streaming.

Infrastruktur itu memiliki kemampuan penyediaan informasi berbasiskan internet. Semua aplikasi diatas sangat membantu elemen-elemen pemberitaan dan meningkatkan efektifitas dalam mengelola radio. Sehingga menghilangkan kesenjangan antara stasiun radio. Baik radio siaran yang berdomisili di kota besar maupun di pelosok pedesaan memiliki peluang yang sama dalam mengembangkan elemen pemberitaan.

Dalam jurnalisme radio dikenal elemen-elemen pemberitaan yang antara lain : Pertama, News Gathering yakni pengumpulan bahan berita atau peliputan dan Teknik reportase yakni wawancara, studi literatur, pengamatan langsung. Kedua, News Production yakni penyusunan naskah, penentuan “kutipan wawancara” (sound bite), backsound, efek suara dan lain-lain. Ketiga, News Presentation yakni penyajian berita. Keempat, News Order yakni urutan berita. Dengan inovasi dan teknologi Radio 2.0 semua elemen pemberitaan itu bisa dilakukan lebih efektif.

Teknolgi Radio 2.0 mempermudah siapapun bisa menjadi podcaster. Salah satu tren yang sekarang muncul mengenai podcast adalah sebagai alat pendidikan, kebudayaan, dan alat pelatihan. Dalam e-learning, podcast bisa merupakan media efektif bagi mereka yang tidak bisa mengikuti pelajaran. Dalam pelatihan, paket podcasting bisa juga membantu menjelaskan beberapa hal penting dalam menjelaskan sesuatu. Di beberapa tempat malah podcast sekarang dijadikan untuk marketing dan iklan. Juga sebagai media dakwah. Bahkan ada pula yang menggunakan sebagai podcast cerpen hingga podcast buku.

Radio siaran seperti BBC News juga sudah menggunakan podcast sebagai pilihan bagi para pembaca dan pendengarnya untuk mencari informasi atau hiburan yang cocok. Program BBC Learning Schools selama ini telah dinikmati oleh warga dunia dengan misi mempromosikan pembelajaran anak usia sekolah, mendukung kebutuhan guru serta menawarkan kesempatan untuk belajar melalui partisipasi aktif. Belajar yang menyenangkan bukanlah sekedar gagasan. Tetapi harus dihidupi melalui kegiatan belajar sehari-hari yang dialami anak-anak yang betul-betul menyenangkan. Salah satu situs tempat belajar matematika online yang menyenangkan adalah milik BBC Bitesize. Sebagai contoh BBC Numeracy. Di dalam bagian ini, ada kegiatan belajar penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, urutan angka, uang, panjang, waktu, dan lainnya. BBC sangat serius dalam mempromosikan pendidikan dan pembelajaran. Dengan menawarkan portofolio sumber daya dan kegiatan untuk anak-anak, guru dan orang tua.

Podcast sekarang sudah terintegrasi dalam radio di mana siaran. radio sebagian disimpan dalam bentuk podcast untuk download. Jadi podcast dan radio dimasa mendatang akan saling mengisi. Prospek audio melalui podcast akan tetap memiliki peluang besar sama besarnya dengan videocast. Teknologi podcasting juga bisa digunakan sebagai pengganti pramuwisata. Apalagi sekarang ini negeri ini sedang kekurangan pramuwisata dengan klasifikasi khusus ( menguasa beberapa bahasa dan kebudayaan ). Inilah peluang bagus bagi SDM RRI untuk berperan sebagai podcaster obyek wisata. Selain itu SDM RRI juga memiliki peluang untuk menjadi host podcast yang mengkreasi buku-buku menjadi Audio Files Yang penting bentuknya audio file dan bisa didownload serta disimpan untuk didengarkan di mp3 player kapan saja. File audio bisa jadi akan lebih menarik jika dibandingkan dengan kalau kita membaca buku secara langsung.

Selain transformasi teknologi, juga diperlukan transformasi konten yang akan merubah persepsi publik bahwa RRI hingga saat ini masih menjadi corong pemerintah. Inovasi teknologi siaran RRI akan menstimulus berkembangnya beragam jenis program siarannya. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan publik dan memahami karakter pendengarnya. RRI sebaiknya juga memperhitungkan pertumbuhan budaya prosumer. Dalam konteks itu individu (publik) akan menjelma menjadi produsen, sekaligus konsumen dalam konteks informasi. Sifat kolaboratif dalam jejaring sosial harus bisa sinergis dengan seluruh portofolio yang dimiliki oleh RRI. Tak bisa dimungkiri lagi, budaya prosumer bisa menjungkirbalikan eksistensi jurnalisme radio. Sebaliknya juga bisa menjadi kekuatan baru. Karena seseorang yang sudah menjadi prosumer, oleh Thomas Friedman dalam the World is Flat digolongkan menjadi super empowered individu (SEI). Prosumer secara tidak langsung juga mendorong kreativitas tanpa batas. Bentuk-bentuk budaya prosumer dalam radio siaran diakselerasi secara luar biasa oleh inovasi radio digital dan internet. Kemudahan akses dan tingkat porteraktivitas tinggi telah mendorong seseorang untuk menciptakan, mengelola, dan menyebarkan informasi melalui perangkat-perangkat personal, seperti SMS, MMS, blog, internet. Dalam kondisi tersebut, individu mengalami mediamorfosa. Dalam arti menjadi reporter, sekaligus menjadi media. Fenomena inilah yang mesti ditangkap dan difasilitasi oleh RRI jika esensinya sebagai penyiaran publik ingin terwujud secara optimal. ( Bersambung ke bagian 3 )


Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply