
Direktur Utama LPP RRI Rosalita Niken Widiastuti memunculkan gagasan
baru yang dinilai cemerlang , yaitu membangun Stasiun Produksi RRI di
Luar Negeri. Sebelumnya Parni Hadi saat menjadi Dirut menggagas Stasiun
Produksi RRI di perbatasan dan daerah terpencil . Salah seorang peserta
Raker Nurhanuddin Ar Kepala RRI Bogor mejelaskan kepada infosketsa.com
, gagasan ini langsung dari Dirut . Ada misi diplomatik didalam gagasan
itu , disamping meningkatkan citra Negara di Luar Negeri . Stasiun
Produksi RRI diluar Negeri juga mengakomodir kebutuhan warga Indonesia
di Luar Negeri akan informasi dari dalam negeri .
Hasil uji coba cukup menarik dan memungkinkan untuk dilaksanakan secara bertahaop di sejumlah Negara . Program ini menjawab tantangan visi LPP RRI sebagai Lembaga Penyiaran dengan jaringan terluas , pembangun karakter bangsa dan berkelas dunia . Adanya stasiun Produksi RRI di Luar Negeri , diharapkan lebih meningkatkan peran Stasiun Luar Negeri ( Voice Of Indonesia -VOI ) LPP RRI yang selama ini hanya siaran dari dalam Negeri .
Gagasan yang dimunculkan Dirut Niken Widiastuti , senada dengan keinginan mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie yang dekat dengan RRI , bahwa RRI harus mampu mengembangkan sayapnya ke luar negeri melalui programa internasional , disamping regional ( ASEAN ) , Nasional dan Lokal .
Ada satu gagasan yang dimunculkan Direktorat Program dan Produksi yaitu mewujudkan Kantor Berita Radio. Tetapi gagasan ini sudah lama direncanakan sejak kepemimpinan Parni Hadi , sehingga bukan merupakan hal baru , tetapi merupakan reaktualisasi gagasan . Bahkan gagasan ini dulu pernah dimunculkan oleh Direktorat Program dan Produksi saat dipimpin Niken Widiastuti .
Gagasan besar yang justru dimunculkan langsung oleh Dirut berupa " Super Team " menurut Nurhanuddin mengisyaratkan Dirut akan bergerak cepat , sebab ia sudah memiliki jam terbang yang cukup dengan kemampuan teruji . Hanya persoalannya , apakah Jajaran Direksi lainnya dan para Kasatker akan mampu bergerak cepat mengikuti langkah Dirutnya .Didalam Raker ini , ungkap Nurhanuddin , terlihat jelas mana Direktorat yang sudah memahami Tupoksinya dan mana yang harus belajar .
Tokoh Muda RRI Nurhanuddin memberi apresiasi melihat gerak cepat yang ditunjukkan oleh Direktur Layanan dan Pengengembangan Usaha Adnan Iskandar . Programnya sangat kongkrit dan terukur dengan target-target yang jelas . Bahkan didalam presentasinya Direktur Adnan Iskandar menjanjikan 30 % dari Kue Iklan Radio akan dikelola oleh RRI . Kalau ini terwujud maka , pemasukan dari Jasi-Nonsi RRI akan mencapai ratusan milyar . Ketika uji kepaturan dan kelayakan , ia menyebut angka Rp 200 milyar , suatu lonjakan 20 x lipat dibandingkan yang dihasilkan sebelumnya .
Kepala RRI Madiun Arie Astuti yang duduk didalam komisi ini menjelaskan masing-masing Satker diberikan target yang jelas , dilengkapi dengan petunjuk dan pedoman . Salah satu rekomendasi dari komisi ini adalah agar setiap Satker wajib menerapkan standarisasi identitas lembaga sesuai buku manual pelaksanaan indentitas korporat . Juga diusulkan kepada Dit Keuangan , agar mempertegas penggunaan pendapatan Jasi-Nonsi .( Infosketsa.com ) .
.