Niken Menggagas Stasiun Produksi RRI Di Luar Negeri

alt

Direktur Utama LPP RRI Rosalita Niken Widiastuti memunculkan gagasan baru yang dinilai cemerlang , yaitu membangun Stasiun Produksi RRI di Luar Negeri. Sebelumnya Parni Hadi saat menjadi Dirut menggagas Stasiun Produksi RRI di perbatasan dan daerah terpencil . Salah seorang peserta Raker Nurhanuddin Ar Kepala RRI Bogor mejelaskan kepada infosketsa.com , gagasan ini langsung dari Dirut . Ada misi diplomatik didalam gagasan itu , disamping meningkatkan citra Negara di Luar Negeri . Stasiun Produksi RRI diluar Negeri juga mengakomodir kebutuhan warga Indonesia di Luar Negeri akan informasi dari dalam negeri .

Dalam lima tahun perjalanan LPP RRI , memang ada keinginan untuk membentuk perwakilan RRI di negara-negara sahabat , yang berfungsi sebagai koresponden RRI , tetapi belum terwujud secara effektif sampai saat ini . Dengan gagasan Stasiun Produksi RRI di sejumlah Negara Sahabat , menurut Nurhanuddin , program tersebut lebih kongkrit , bahkan sudah diuji coba dari sejumlah kota besar di sejumlah Negara . 

Hasil uji coba cukup menarik dan memungkinkan untuk dilaksanakan secara bertahaop di sejumlah Negara . Program ini menjawab tantangan visi LPP RRI sebagai Lembaga Penyiaran dengan jaringan terluas , pembangun karakter bangsa dan berkelas dunia . Adanya stasiun Produksi RRI di Luar Negeri , diharapkan lebih meningkatkan peran Stasiun Luar Negeri ( Voice Of Indonesia -VOI ) LPP RRI yang selama ini hanya siaran dari dalam Negeri .

Gagasan yang dimunculkan Dirut Niken Widiastuti , senada dengan keinginan mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie yang dekat dengan RRI , bahwa RRI harus mampu mengembangkan sayapnya ke luar negeri melalui programa internasional , disamping regional ( ASEAN ) , Nasional dan Lokal .

Ada satu gagasan yang dimunculkan Direktorat Program dan Produksi yaitu mewujudkan Kantor Berita Radio. Tetapi gagasan ini sudah lama direncanakan sejak kepemimpinan Parni Hadi , sehingga bukan merupakan hal baru , tetapi merupakan  reaktualisasi gagasan . Bahkan gagasan ini dulu pernah  dimunculkan oleh Direktorat Program dan Produksi saat dipimpin Niken Widiastuti . 

Gagasan besar yang justru dimunculkan langsung oleh Dirut berupa " Super Team " menurut Nurhanuddin mengisyaratkan Dirut akan bergerak cepat , sebab ia sudah memiliki jam terbang yang cukup dengan kemampuan teruji  . Hanya persoalannya , apakah Jajaran Direksi lainnya dan para Kasatker akan mampu bergerak cepat mengikuti langkah Dirutnya .Didalam Raker ini , ungkap  Nurhanuddin , terlihat jelas mana Direktorat yang sudah memahami Tupoksinya dan mana yang harus belajar . 

Tokoh Muda RRI Nurhanuddin  memberi apresiasi  melihat gerak cepat yang ditunjukkan oleh Direktur Layanan dan Pengengembangan Usaha Adnan Iskandar  . Programnya sangat kongkrit dan terukur dengan target-target yang jelas . Bahkan didalam presentasinya Direktur Adnan Iskandar menjanjikan 30 % dari Kue Iklan Radio akan dikelola oleh RRI . Kalau ini terwujud maka , pemasukan dari Jasi-Nonsi RRI akan mencapai ratusan milyar . Ketika uji kepaturan dan kelayakan , ia menyebut angka Rp 200 milyar , suatu lonjakan 20 x lipat dibandingkan yang dihasilkan sebelumnya .

Kepala RRI Madiun Arie Astuti  yang duduk didalam komisi ini menjelaskan masing-masing Satker diberikan target yang jelas , dilengkapi dengan petunjuk dan pedoman . Salah satu rekomendasi dari komisi ini adalah agar setiap Satker wajib menerapkan standarisasi identitas lembaga sesuai buku manual pelaksanaan indentitas korporat . Juga diusulkan kepada Dit Keuangan , agar mempertegas penggunaan pendapatan Jasi-Nonsi .( Infosketsa.com ) .

Komentar (6)

Feed
...
GAGASAN MEMANG BAGUS.....TAPI TIDAK ADA YG TERSELESAIKAN............SELESAIKAN DULUUUUUUU......!!!!..URUSAN SIARAN RADIO DALAM NEGERI......BAGAIMANA KWALITAS SIARANNYA..????....BAGAIMANA...MANAJEMENNYA....????.APAKAH SUDAH BERJALAN DENGAN BAIK...DAN BENAR.....TRIMS....RENUNGKAN....DAN AMBILAH TINDAKAN...
TONIANTONI , 26 May, 2012
...
jangan terlalu tinggi berangan angan....dalam negeri aja masih belum jelas kok mikir luar negeri...
ari , 26 May, 2012
...
jangan sampai seperti kata pepatah semut diseberang lautan kelihatan, gajah dipelupuk mata tak tampak....
inka , 28 May, 2012
...
Urus dulu nasib PB PNS yg MASSA DEPANNYA belum Jelas padahal mereka adalah MASA DEPANNYA RRI
Abie , 29 May, 2012
...
SALUT UNTUK __"IBU NIKEN"__.
TAPI MANUSIA GA MUNGKIN HANYA MELIHAT PENAMPILAN WAJAHNYA DOANG. TAPI SELURUH ANGGOTA TUBUH DIPERHATIKAN. JANGAN TAMPILAN KITA DAH KEREN/RAPIH LALU ALAS KAKI KITA, HANYA PAKAI SANDAL JEPIT KUSAM YANG SUDAH MAU PUTUS. TETNTUNYA SAAT KITA BERDIRI DENGAN KALANGAN ELIT, MEREKA AKAN TERTAWA KARENA BERFIKIR NEH ORANG MAU SOK ELIT TAPI KAMPUNGANsmilies/grin.gif.
PERMUPAMAANNYA JUGA HAMPIR SAMA DENGAN "RRI" DARI LUAR ORANG MEMANDANG RRI SEBAGAI SEBUAH LEMBAGA BESAR. TAPI BEGITU MELIHAT PARA PEGAWAINYA SEAKAN TAK ADA SENYUMAN DI WAJAH MEREKA.
JADI JANGAN BERFIKIR DENGAN MENAMBAH RIASAN DI WAJAH AKAN MENUTUPI KEKURANGAN PADA ALAS KAKI KITA. TAPI BERFIIKRLAH BAGAIMANA PENAMPILAN SAYA SEIMBANG ANTARA UJUNG RAMBUT SAMPAI UJUNG KAKI. JADI KALAU MAU USANG, YHA USANG SEKALIAN AJA SELURUH TUBUH, KALAU MAU MEGAH, YHA HARUS MEGAH SELURUH TUBUH.. ITU PILIHAN.
SPYKERS , 31 May, 2012
...
Dongeng sebelum bobo...semuanya indah...tapi kok malah mikir luar negeri, bagaimana nasib karyawan sendiri seperti PBPNS yang tidak jelas juntrungannya....harus dipikirkan " mengapa RRI yang milik pemerintah tapi tidak diberi jatah pegawai ? " lalu, sudah mampu RRI bersaing dengan lembaga lain soal kesejahteraan karyawan ? ini yang seharusnya dipikirkan bukan malah membuat stasiun produksi di luar negeri....aneh,,,,,
antenal , 03 June, 2012

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply