Calon Dirut RRI . LAMPU KUNING BUAT NIKEN WIDIASTUTI . oleh : Suharyanto .

alt

 Gugurnya Kabul Budiono dari 2 (dua) seleksi Dewan Pengawas dan Dewan Direksi LPP-RRI (2010-2015), dihawatirkan  ada campur tangan dibelakang layar, yang tidak menutup kemungkinan  ikut mengatur formasi Dewan Direksi LPP-RRI periode 2010-2015. Sekaligus menjadi Lampu Kuning buat  calon paling kuat Niken Widiastuti.  

Kehawatiran  itu dapat dirasakan, sejak Kabul Budiono gugur , dalam Fit and Proper Test bagi Calon Dewan Pengawas LPP-RRI periode 2010-2015, yang dilakukan oleh Komisi I DPR-RI, tanggal 20 Juli 2010 lalu. 

 Gelagat  Nggak Beres

Gugurnya Kabul Budiono dari pencalonan Dewan Direksi LPP-RRI mengisyaratkan, bahwa di RRI dewasa ini, (secara perlahan) sedang berlangsung upaya pembelokan arah status / bentuk kelembagaan RRI, sekaligus mengindikasikan, bahwa kelompok Status Quo sudah mulai kembali merambah masuk ke lingkungan kekuasaan RRI.  

Kabul Budiono, gugur karena tidak lulus ‚ÄúPsycotest‚ÄĚ yang didalamnya meliputi ‚ÄúUji‚ÄĚ (Kecerdasan Intelektual, Integritas Moral, Bakat Kepemimpinan + Kemampuan bekerjasama, Komitmen, Rasa Tanggung Jawab, dan Keseimbangan Emosi).¬†

Lalu Pertanyaan yang muncul adalah, apakah itu berarti Kabul Budiono, Nurhanuddin atau Herman Zuhdi, tidak memiliki Kecerdasan Intelektual, Integritas Moral, Bakat Kepemimpinan + Kemampuan bekerjasama, Komitmen, Rasa Tanggung Jawab, dan atau Keseimbangan Emosi ? 

Apakah itu berarti Integritas Moral Kabul Budiono ‚ÄúLebih Buruk‚ÄĚ dari nama lain yang biasa-biasa saja ¬†yang berhasil lolos seleksi Psycotest ?, atau dari figur ¬†yang pernah mengalami degradasi ¬†dalam jabatan dilingkungan Direksi LPP RRI 2005-2010 .

Anggota Dewan Pengawas, Dwi Hernuningsih, kepada penulis mengatakan, ‚ÄúNilai yang diberikan Dewan Pengawas terhadap Kabul Budiono, Nurhanuddin dan Herman Zuhdi, adalah nilai akumulasi dari seluruh proses seleksi‚ÄĚ. ¬†

Jika demikian, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak diluluskan setelah ujian tertulis ? bagaimana system penilaian terhadap mereka ? apakah juga bersifat akumulatif ?. Bukankah setiap tahapan menggunakan sistem gugur ?.

Untuk menjawab semua itu, Dewan Pengawas harus segera menjelaskan system penilaian yang dianut dalam Seleksi calon Dewan Direksi LPP-RRI, sebelum semua berkembang menjadi preseden buruk. 

Lampu Kuning Buat Niken 

      Kabul Budiono dan Niken Widiastuti, adalah 2(dua) orang yang turut membidani peralihan bentuk kelembagaan RRI menjadi Lembaga Penyiaran Publik, Sekaligus sebagai icon (simbul) dari status LPP yang disandang oleh RRI selama 5 tahun terakhir.

 Karena itu, gugur atau digugurkannya Kabul Budiono dari perhelatan perebutan kursi Dewan Direksi LPP-RRI 2010-2015, juga akan berdampak kepada Niken Widiastuti.

Kondisi yang berkembang,  Niken Widiastuti sebagai calon paling kuat untuk Dirut ,dihawatirkan akan digugurkan, atau setidaknya, dia tidak akan diberikan posisi Direktur Utama. Sebuah sumber yg tidak mau disebut namanya, mengungkapkan, Direktur Utama boleh siapa saja asal bukan Niken.  Nama yang disebut-sebut akan menduduki posisi Dirut, adalah Bimo Bayu Nimpuno ( publik) yang pekan lalu menulis di harian Kompas ttg Era Radio Digital berjudul : RRI Siapkan Sistem Penyiaran Digital.  

Tulisan itu disampaikan oleh Bimo kepada Dewan Pengawas LPP-RRI sebagai hasil karya orisinal. Padahal seluruh isi tulisan itu  persis sama(utuh) dengan  SIARAN PERS Depkomminfo tertanggal 2 Januari 2006, tentang Uji Coba TV Siaran dan Radio Siaran Digital. (Semua itu dapat di Klik di Google). Pertanyaannya siapa yang menjiplak .?

Semua Kemungkinan Bisa Terjadi .

Wartawan senior Hasyim Ado sependapat Niken Widiatuti masih calon paling kuat untuk Dirut LPP RRI . Menurut Dia dikalangan akar rumput dan para elit RRI Niken memiliki dukungan paling kuat . 

Menurut mantan Kepala RRI Bandung ini  memang dikalangan Dewas sudah mulai terlihat adanya perbedaan pandangan didalam menentukan pilihan . Namun dari analisa dia setidaknya ada 3 anggota Dewas yang mengunggulkan Niken . Ketiganya justru 2 dari Publik dan 1 dari unsur RRI . Dari analisa Hasyim Ado , ada seorang anggota Dewas yang sejak awal menginginkan Dirut dari ekternal RRI . Sikap ini bertolak belakang dengan aspirasi yang berkembang dikalangan akar rumput RRI . Kemungkinan didalam menentukan siapa akan menjadi Direktur Utama , akan dilakukan voting . Jika ini terjadi maka diatas kertas Niken akan unggul . Tetapi jika ada kekuatan lain yang menginginkan hal yang berbeda menurut Hasyim ini bisa saja terjadi .

Merunut Kembali Track Record .

Kita semua tidak bisa menyangkal, bahwa Dewan Pengawas LPP-RRI memiliki hak penuh untuk memilih dan menentukan orang2 yang bakal menduduki kursi Dewan Direksi. Tetapi, tentu kita juga berharap pemilihan dan penyeleksian itu dilakukan secara Fair, Obyektif dan Sesuai kriteria. (bukan karena berdasarkan selera atau keinginan kekuatan-kekuatan tertentu diluar RRI).
Apabila kehawatiran akan campur tangan dari luar ¬†terbukti, maka wajar jika kita mempertanyakan atau kembali menelusuri keabsahan salah seorang dan atau semua anggota Dewan Pengawas LPP-RRI 2010-2015, yg berasal dari unsur RRI, dengan ‚ÄúMerunut kembali Track Record‚ÄĚ yang bersangkutan, Sekaligus mendesak Komisi I DPR-RI, untuk mempertimbangkan keberadaan anggota Dewan Pengawas LPP RRI yang diragukan kemampuannya . ( Suharyanto ) .

***


Komentar (0)

Feed

Tulis Komentar

kecil | besar

busy
Presets
BG Color
BG Patterns
Accent Color
Apply